Mengapa Ikon HARUS diterima?

Eksistensi Ikon menurut alasan Teologis

Sepanjang perjalanan umat Allah dalam Perjanjian Lama, Allah kita hanya mengambil rupa yang sementara dengan waktu yang singkat dalam hal menampakkan diri kepada manusia.

“Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup.” – Keluaran 33:20

Tiga kali Dia menampakkan diri sebagai seorang anak manusia, satu kali dalam rupa nyala api dalam peristiwa semak belukar tak terhanguskan, dan tiga kali sebagai malaikat TUHAN. Semua peristiwa itu juga terjadi dengan situasi yang luar biasa. Lagipula, ada tertulis dalam Kitab Ulangan IV:15

“Hati-hatilah sekali sebab kamu tidak melihat sesuatu rupapada hari TUHAN berfirman kepadamu di Horeb dari tengah-tengah api supaya jangan kamu berlaku busuk dengan membuat bagimu patungyang menyerupai berhala apapun: yang berbentuk laki-laki atau perempuan”

Sehingga pelarangan pembuatan gambaran Tuhan didasarkan pada alasan bahwa: tidak ada yang melihat suatu rupa dari Allah.

Ikon Yakub bergulat dengan Malaikat TUHAN. Malaikat TUHAN dalam Perjanjian Lama dipercayai adalah prefigurasi dari Kristus yang akan menjelma sepenuhnya menjadi manusia. Ikon diatas berasal dari Sekolah Prosopon, oleh Ikonografer Nikita Andrejev.

Tetapi, karena kemudian Allah Putra berinkarnasi dalam diri Tuhan Yesus Kristus sebagai seorang manusia yang kelihatan, maka Gereja mengambil keputusan bahwa keberadaan Ikon mengajarkan kepada umat beriman bahwa Allah sudah pernah mengambil rupa sebagai seorang manusia Yesus Kristus. Kehadiran Ikon menjadi bukti Iman bahwa Sang Pencipta telah mengambil rupa tubuh sebagai suatu ciptaan.

Adapun penampakan Allah dalam Perjanjian Lama tadi, dipandang oleh para Bapa Suci sebagai prefigurasi dari Tuhan Yesus Kristus, Sang Allah Anak yang akan berinkarnasi dalam Perjanjian Baru.

Ikon Yesus Kristus, Tuhan kita dipersembahkan di Bait Allah (Lih. Lukas 2:22-40). Allah yang kemudian akhirnya sepenuhnya menjelma menjadi manusia tanpa meninggalkan ke-Allahan-Nya. Ikon berasal dari Biara Kudus Pantokrator, Atena.

Jadi, sekarang kita tahu, bahwa alasan Teologis kehadiran Ikon adalah suatu ekspresi iman dari peristiwa luar biasa yang pernah terjadi di atas bumi, yaitu: Allah mengambil rupa sebagai manusia yang kelihatan. Adapun rupa manusia ini berbeda dari penampakkan Allah dalam Perjanjian Lama. Tuhan Yesus Kristus menjalani seluruh tahap yang harus dialami oleh seorang manusia, yaitu: pengandungan, kelahiran, segala proses tumbuh kembang menjadi dewasa, kesakitan, kematian, dan pada akhirnya kebangkitan kembali dan kenaikan ke sorga. Bahkan Kitab Injil memberikan kesaksian bahwa tubuh Tuhan Yesus ini dibawa serta dalam kenaikan-Nya ke sorga, sehingga rupa manusia Tuhan Yesus ini bersifat nyata.

(CT)