CIRI-CIRI PENAMPAKAN BUNDA MARIA (Theotokos) dalam Ikonografi

Ikon dari Sang Theotokos adalah yang paling sering muncul dan yang paling beragam. Ada Ikon Theotokos versi tempat ini atau itu sebab Sang Theotokos pernah menampakkan diri disana.

Namun, ada ciri-ciri khusus yang selalu menyertai Ikon Theotokos ini. Ciri-ciri ini membantu kita untuk boleh mengenali Ikon Theotokos dan membedakannya dengan santa atau perawan kudus yang lain.

Inilah ciri-ciri Ikon Theotokos dikutip dari buku yang disusun oleh Christian Tombiling:

Fitur khusus Ikon yang tersuci Sang Theotokos yang selalu-perawan Maria

Dalam Ikon yang tersuci Sang Theotokos yang selalu-perawan Maria, kita akan membaca suatu gagasan-gagasan Mariologis-Teologis yang mendeskripsikan mengenai siapa itu Bunda Maria dalam iman Kristen yang benar. Selama berabad-abad, Gereja Tuhan mengalami penyerangan-penyerangan dari rupa-rupa ajaran sesat, mulai dari yang mempertanyakan keilahian dan keinsanian Bunda Maria, hubungannya dengan Kristus, Tuhan kita, peranannya dalam Gereja, kesucian serta keperawanan Bunda Maria.

        Para Ikonografer menulis (melukis) Ikon Sang Theotokos dan menampilkan segala fitur yang menangkis segala ajaran sesat itu. Sehingga, seperti yang sudah ditulis sebelumnya,

IKON MENJADI SUATU KITAB YANG MENGAJARKAN ORANG TENTANG ALLAH DENGAN BENAR.

Inilah Ikon dari yang tersuci Sang Theotokos yang selalu-perawan Maria, yang ditulis oleh tangan Theofanis Strelitzas:

Ada 9 poin yang menjadi ciri khas Ikon Theotokos

Inilah fitur-fitur khusus yang dapat digunakan untuk membedakan antara Ikon Theotokos, dengan Ikon orang kudus yang lain:

  1. Inskripsi Nama Bunda Allah

Dalam Ikon Theotokos, terdapat Inskripsi dalam bahasa dan huruf Yunani yang merupakan inisial dari gelar Sang Perawan yang adalah
“Μήτηρ (του) Θεοῦ” (Mētēr (tou) THeou)(=Bunda Allah). Inisial itu adalah “MP” dan “ΘY”. 

“MP” merupakan inisial dari “ΜΉΤΗΡ” (dalam kapital) “ΘY” merupakan inisial dari ΘΕΟY” (dalam kapital).

Gelar ini sudah dipakai dan dapat dilacak sampai abad ke-3, dipakai dalam Liturgi Santo Addai dan Santo Mari dengan sebutan “ܝܳܠܕܰܬ ܐܰܠܳܗܳܐ” yang tersalin bunyinya  “Yoldath Aloho”, dan tersalin artinya “Bunda Allah”. Gelar ini juga muncul dalam teks Liturgi Santo Yakobus.

Pemakaian gelar ini –dengan menyebut Maria sebagai Bunda Allah- memberikan bukti bahwa semenjak masa-masa Gereja awali, telah dipandang pantas untuk menaruh hormat dan melambungkan puji kepada perempuan yang melahirkan Allah Putra.

Gelar ini kemudian dikokohkan dalam Konsili Ekumenis yang ketiga di Efesus pada tahun 431 dengan gelar resmi “Θεοτόκος” yang tersalin bunyinya “Theotokos” dan tersalin artinya “dia (perempuan) yang melahirkan Allah”. Sehingga tidak ada lagi keraguan akan Maria dalam melahirkan Tuhan kita memberikan kelahiran kemanusiaan-Nya saja atau juga keallahan-Nya.

Maka, gelar Bunda Allah dalam inskripsi segala Ikon Theotokos kita memiliki akar sejarah yang jelas sebagaimana gelar itu dilestarikan dalam tradisi suci Liturgi Ilahi, dan memiliki dasar Teologis yang kuat sebagaimana yang telah diputuskan melalui konsili di Efesus. Juga, gelar ini menjadi suatu tanda bukti akan penghormatan dan pemuliaan kepada Maria sejak zaman awal Gereja.

Dengan gelar ini, jelaslah bahwa Maria ditinggikan karena perannya sebagai yang melahirkan Allah, ia tidak dipanggil nama Maria sahaja, juga jelaslah bahwa ia sekadarlah orang kudus biasa jikalau tidak ia duduk sebagai yang melahirkan Allah.

2.Tiga bintang

Ada juga satu fitur yang senantiasa menyertai segala Ikon Theotokos, yaitulah tiga butir bintang yang dibubuhkan di kepalanya dan di pundak sebelah kanannya dan di pundak sebelah kirinya.

Adapun bintang ini disebutkan bahwasannya menjadi simbol dari keperawanan abadi daripada Sang Theotokos.  Tiga, sebabnya:

  1. Dia perawan sebelum mengandung Allah
  2. Dia perawan selama mengandung Allah
  3. Dia masih perawan setelah melahirkan Allah

Pun setelah itu sampai ia diangkat ke Sorga, tidaklah keperawanannya terambil daripadanya. Maka, Tradisi Gereja Katolik dan Orthodox sama mengaku dengan memberi gelar “Perawan Abadi (/selalu-perawan/ tetap-perawan)” yang senantiasa tersemat kepada Sang Theotokos.

Ikon Kabar Sukacita (Anunsiasi). Malaikat Gabriel masuk ke rumah Maria. Maria diberi kabar oleh Malaikat Tuhan, bahwa ia akan mengandung daripada Roh Kudus. Gabriel berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau”.
Ikon dari Museum Tretyakov.
Salah satu Ikon Kabar Sukacita yang lain dari Museum yang sama.

        Adapun dapat juga diartikan mengenai ketiga butir bintang tersebut sebagai sebuah simbol akan Allah Tritunggal Mahakudus yang beserta dan juga menaungi Maria, sebagaimana yang tertulis dalam Kitab Injill:

“Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai,
Tuhan menyertai engkau.

Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.”

Lukas I:28,35

Sehingga, dalam beberapa Ikon Theotokos, apabila Tuhan kita menyertainya dalam gendongannya, Dia tampil, ganti bintang kedua yang ada di pundak kirinya.

        Ada juga yang merujuk kepada gelar Maria dalam Latin sebagai “Stella Maris” yang tersalin artinya “Bintang Samudera”, untuk ketiga bintang itu. Meskipun originalitas istilah Stella Maris masih disangsikan sangkut-pautnya dengan barang bintang gemintang.

3.Pandangan mata

Adapula pandangan mata Sang Theotokos pada sebagian Ikonnya tidak tertuju kepada kita, melainkan kepada Tuhan kita. Pandangan mata Sang Theotokos yang tertuju kepada kita memiliki maksud yang sama dengan pandangan mata Tuhan sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelum ini.

Akan tetapi, pandangan matanya yang tertuju kepada Tuhan kita, yang adalah anaknya juga, mengindikasikan doa-doa yang tidak kunjung putus daripadanya untuk segala permohonan-permohonan kita.

Ada tertulis dalam Antifon Pertama Liturgi Yohanes Krisostom:

“Melalui doa-doa dari Sang Theotokos, Ya Juruselamat, selamatkanlah kami.”

Bahwa doa yang keluar dari Sang Theotokos juga sungguh dapat menyelamatkan kita.

4.Bibir

Dalam Ikon Theotokos ada satu makna yang lain yang menjadi alasan ukuran mulut yang mungil. Ada yang menginterpretasikan mulut yang mungil dari Theotokos sebagai kelarasan dengan yang dikatakan dalam Injil:

“Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya”

Lukas II:51

Ayat diatas memberikan kesan bahwa dalam sejarah keselamatan manusia, Bunda Maria banyak ambil bagian terkecuali dalam berbicara yang perkataannya tidak banyak didapati dalam Alkitab. 

Ikon Pernikahan di Kana, mujizat pertama. Ketika anggur hendak habis, Theotokos memohon kepada Putranya. Ikon ditulis oleh Ikonografer Master Theofanis Strelitzas.

Bertindak lebih banyak daripada berbicara merupakan salah satu kesimpulan dari karakter Bunda Maria yang dapat ditarik dari perkataannya pada peristiwa mujizat pertama Tuhan di Kana:
“Lakukan saja apa yang dikatakan-Nya kepadamu.”
(Yohanes II:5 (BIMK))

        Demikianlah para Ikonografer mengambil keputusan dan para pembaca Ikon menarik maksud dari mulut mungil yang tergambarkan pada Ikon Theotokos. Dengan arti yang persis, fitur sama juga dibubuhkan kepada Ikon orang kudus yang lain.

5.Posisi tangan Theotokos

        Maksud dari Ikon Sang Theotokos bukanlah untuk mempermuliakan nama dia saja. Melainkan, segala Ikon Theotokos bermaksud mengarahkan orang kepada Tuhan kita, putra sulungnya. Oleh sebab itu, posisi tangan Theotokos menjadi salah satu iramanya. Pada Ikon kebanyakan, ketika kanak-kanak Tuhan juga ditampilkan dalam gendongannya, tangan Sang Theotokos senantiasa menunjuk seolah-olah mengarahkan sekalian kita kepada Tuhan kita.

        Tangan Sang Theotokos kerap bertadah, dan sering juga ditampilkan kanak-kanak Tuhan kita mencurahkan berkat secara simbolis keatas tangan Sang Theotokos.

Bagaikan segala doa yang kita panjatkan kepada Theotokos diteruskannya kepada puteranya, dan puteranya memberikan restu kepadanya melalui berkat yang dia sampaikan. Bahkan setelah itu semua, Sang Theotokos tetaplah menunjuk dan mengarahkan kita kepada puteranya. Ada satu jenis Ikon Theotokos yang sangat populer yang disebut sebagai Ikon “Hodegetria”

6.Tunik

        Sang Theotokos memakai tunik  berwarna biru. Makna dari warna biru dapat dibaca pada arti Ikon Tuhan pada bagian sebelumnya [melambangkan kemanusiaan Maria yang melekat pada dirinya). Model tunik ini umum dipakai oleh masyarakat Byzantin kuno.

7.Maforion

        Maforion adalah sebuah himasi yang biasanya dilengkapi dengan tudung kepala/ kerudung. Dalam budaya Byzantium, maforion digunakan oleh anak-anak dara, yang dengan demikian sekali lagi menampilkan fitur keperawanan Sang Theotokos, dan kelahiran Tuhan tanpa campur tangan laki-laki.

        Dikisahkan bahwa maforion yang pernah digunakan oleh Theotokos dibawa serta juga oleh Santo Thomas, Rasul setelah terangkatnya Sang Theotokos ke sorga. Relikwi ini kemudian dipindahkan ke Konstantinopel 4 abad sesudahnya dan bersemayam di gereja Blachernai.

        Maforion yang digunakan oleh Sang Theotokos memiliki warna merah, yang dalam pandangan Ikonografi Slavik adalah lambang keilahian dan rahmat Allah yang memampukan keinsanian Bunda Maria dalam melahirkan Tuhan kita.

8.Hiasan-hiasan emas

        Hiasan-hiasan emas ini adalah salah satu fitur yang benar-benar ada pada pakaian kaum Romawi dan Yunani pada masa itu. Tidak ada makna lain selain memperindah pakaian.

        Akan tetapi, pada perjanjian lama, Allah pernah melarang bangsa Israel untuk memakai perhiasan.

“Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Katakanlah kepada orang Israel: Kamu ini bangsa yang tegar tengkuk. Jika Aku berjalan di tengah-tengahmu sesaatpun, tentulah Aku akan membinasakan kamu. Oleh sebab itu, tanggalkanlah perhiasanmu, maka Aku akan melihat, apa yang akan Kulakukan kepadamu.” 

Demikianlah orang Israel tidak memakai perhiasan-perhiasan lagi sejak dari gunung Horeb.”

Keluaran XXXIII: 5-6

Demikianlah kita dapat mengerti bahwa kedegilan bangsa Israel menghantarkan Israel pada perintah untuk melucuti segala perhiasan. Jika diterapkan pada Ikonografi, perhiasan-perhiasan malah dibubuhkan dengan amat sangat meriah baik didalam maupun kepada Ikon, sebagai makna yang sebaliknya dari ayat tersebut, yaitu sebagai wujud hormat akan ketaatan sang orang kudus, ganti kedegilan bangsa Israel.

Terlebih lagi kepada Sang Theotokos yang menjadi model suatu ketaatan dan kerendahan hati.

9. Sang Putra

Tuhan kita yang berada di pangkuan Bunda Maria mendukung simbolisasi perannya dalam keselamatan umat manusia dan hubungannya dengan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Tuhan kita mengarahkan pandangannya kepada Theotokos. Theotokos pada satu waktu merupakan tempat dimana Tuhan kita bergantung, sama seperti semua anak manusiapun merasakan hal yang sama semasa kanak-kanak.

Wajah Tuhan kita tidak terlihat muda, melainkan dewasa, menekankan kebijaksanaan yang tidak diperolehnya dari siapapun melainkan telah ada sejak semula. Tangan kanannya menuangkan berkat keatas tangan Theotokos yang bertadah, tangan kirinya menggenggam sebuah gulungan yang merupakan sebuah simbol Perjanjian Baru yang dibawa oleh kelahiran dari Sang Putra dari Sang Perawan.

Tunik dan mantol Tuhan kita dapat berwarna apa saja yang mewakili warna kemuliaan, warna rajani. Warna putih tunik-Nya dalam Ikon diatas mewakili putih bulu domba yang menekankan peran Tuhan kita sebagai anak domba yang menebus dosa dunia. Mantol-Nya yang berwarna merah dan emas melambangkan kemuliaan darah-Nya yang berharga yang akan tertumpah bagi kita. (CT)